Leave me 5 minutes in a room with terrorist

Kalo gue dikasih kesempatan 5 menit seruangan sama teroris kayak imam samudra cs, Gue bakalan
menghajar iblis-iblis ini sampai mati(eat my fist, sucka) dasar manusia ngga punya hati nurani, seenaknya membunuh orang tak bersalah.
Paling benci gue, sama orang yang melakukan kejahatan dengan mengatasnamakan agama, lebih benci lagi dengan orang-orang yang berlagak
seperti tuhan merasa dirinya paling benar, baginya pemeluk agama lain hanyalah sampah, yang halal untuk dimusnahkan.
Benci juga gua sama orang yang menggunakan istilah kafir(seolah mereka itu musuh tuhan[tuhan itu ngga punya musuh,dodol] dan ngga layak untuk hidup).
Maka dari itulah gue amat benci yang namanya fanatisme keagamaan, mending jadi pemeluk agama yang biasa aja,
berbuat baik kepada banyak orang namun tetap respect pada keragaman agama(bagimu agamamu, bagiku agamaku). Bukannya menganggap agamanya paling benar.
Mati syahid pikirnya, neraka tujuannya. Go to hell, terorrist ass hole.

Tabacco Addict

Gue adalah seorang perokok. Kebiasaan gue ini dimulai, dari smp(mulai coba-coba) tapi karena
aturan yang strict dari bokap, akhirnya gue ngga ngeroko. Semester awal kuliah, barulah gue mulai
banyak ngeroko,Sampai sekarang gue ngga bisa lepas dari yang namanya roko, karena darah gue
udah ketergantungan sama nikotin(kalo gue brenti keseimbangan dalam darah gue bisa terganggu),jadi bila sekarang gue memutuskan untuk berhenti ngeroko maka
10-20 tahun lagi efek samping dari roko itu bakalan menghinggapi tubuh gue, satu-satunya cara untuk
menghindarinya ialah dengan terus meroko sampai gue mati.
Pesan gue buat generasi muda:”Jangan pernah sekalipun mencoba merokok, atau loe akan menjadi perokok aktif seumur hidup loe”.

School is my dark ages

I hate school. Mungkin, itu kata-kata yang lumrah diucapkan bagi seorang schoolsick seperti gue.
Yang paling gue benci dari sekolah itu pelajaran-pelajarannya(esensinya apa???), orientasinya ngga jelas, ganti kurikulum tiap tahun,
makanya ilmunya ngga kepake di kehidupan sebenarnya(cuma sebuah formalitas, untuk naik ke jenjang pendidikan berikutnya).
Menjalani hari-hari dengan rutinitas yang sama, berusaha menjalaninya dengan tampang gembira.
Masa sekolah paling menyenangkan mungkin cuma waktu SD, memasuki SMP dan SMA kesenangan itu berakhir.
Yang paling parah mungkin waktu SMA, kelas 1 ketemu teman yang pintar-pintar yang berebut pingin nunjukin potensinya(jadi keliatan goblok sendiri gua), terlalu banyak tekanan, harus beradaptasi dengan atmosfer SMA
pelajaran-pelajaran yang baru, masalah-masalah ngga penting yang datang beruntun, nilai pelajaran pada jeblok,
jadi orang yang paling aktif nanya di kelas(udah nanyanya ngawur, pede lagi). Kelas 2 udah mulai bisa
santai, ketemu teman-teman sekelas yang rata-rata pelawak, akhirnya bisa ketawa ngakak tiap hari.
Kelas 3 masuk kelas IPA, nilai pelajaran udah pada lumayan, udah mulai mikir masa depan, nentuin universitas yang diimpikan walaupun akhirnya
berakhir di universitas swasta. Kalau diurutin sih, masa-masa indah di SMA itu mulai dari kelas 2,3,1.
Kuliah juga ngga begitu serius, mungkin karena salah jurusan atau emang dasarnya gue yang goblok.

No Past, Great Future

Berawal dari perdebatan antara gue dan sohib gue si dodo. Dia bilang “No Past, No Future”.
Gue bilang “No Past, Great Future”. Menurut gue sih, omongannya itu cuma slogan bagi guru-guru sejarah.
Untuk manusia yang menginginkan kemajuan dalam kehidupannya, omongan gue yang harus dipake.
Karena, orang ngga akan pernah maju kalau masih saja terperangkap dalam romantisme masa lalu.
Pada dasarnya, setiap orang senang mengenang masa lalunya karena pastinya dia akan merasa aman
dan nyaman dengan peristiwa yang sudah terjadi di masa lalu mereka ketakutan dengan ketidakpastian masa depan. Tapi bagi gue, hadiah terbaik bagi masa lalumu
ialah dengan melupakannya. So, let gone be by gone(yang lalu biarlah berlalu).

Me and myself

How i describe myself??? Gue, itu orangnya tanpa sengaja suka membuat kesan buruk pada situasi normal,
makanya teman-teman gue sering bilang gue goblok,dodol,freak,nerd,dll. Menurut teman gue juga gue
dibilangin rada self-minded suka membenarkan pemikiran gue sendiri, keras kepala, terlalu prinsipil,
dan segudang penilaian lainnya yang terlalu malu untuk gue beberkan. Kalo dari segi tampang, rata-rata
pria jawalah(ngga ganteng, juga ngga jelek). Kehidupan asmara berantakan(walaupun cukup sukses ngecengin beberapa cewek cakep, dasar guenya yang lucky bastard), jomblo berkepanjangan(minjem istilah teman gue “menutup diri dari pasaran”).
Tipikal, pria keluarga yang lebih sering menghabiskan waktu untuk nonton bola(Juventus,AC Milan,Persib), film(movie junkie) dan dengerin musik(music addict).
Dalam kehidupan sosial juga terlalu banyak milih-milih terutama cewek(lebih kearah cocok-cocokan).
Rejeki juga pas-pasan, ngga punya tujuan yang pasti, cuma mengikuti alur kehidupan.

My Old Me

Gue yang dulu??? Dulunya gue itu gimana yach, kata emak gue, gue itu paling mirip sama bokap
dari segi sifatnya, kalo dari segi fisik sih abang gue(third son) yang mewarisi. Waktu kecil
kencing belum lurus, hidung masih meler(ech,itu biasa yah). Katanya sih, gue itu orangnya jaim,
terlalu terkontrol untuk melakukan suatu hal diluar kewajaran, makanya teman-taman gue paling
ngga suka ngajakin gue kalau mau nakal-nakalan. Well educated(walaupun masih aja goblok sampai sekarang).
Berusaha agar tidak menjadi fokus perhatian(tidak menuntut perhatian orang), kalau di dunia teater istilahnya
mungkin berusaha agar lampu sorot tidak mengarah ke gue. Tipikal orang di balik layar,pemikir(walaupun begonya ngga ketulungan).
Kalau dibandingkan gue yang sekarang, kayaknya sudah mengalami sedikit kemajuan walaupun ngga cukup berarti.

Take a walk with dumb turtle

Kura-kura secara simbolik mewakili gue. Maksudnya, kura-kura itu walaupun jalannya lambat
tapi konsisten untuk maju ke depan dan tidak pernah berpaling ke belakang, apalagi berjalan mundur.
Jadi, yang dibutuhkan oleh kura-kura goblok seperti gue hanyalah waktu, kesempatan dan sedikit keberuntungan.
Blog ini merupakan sebuah catatan dari sepotong pemikiran gue. So, i hope you feel happy to read it.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.